BERBAGI RUANG KEBAIKAN DAN KEJAHATAN - HERAPRI.ID

Latest

Thursday, December 29, 2011

BERBAGI RUANG KEBAIKAN DAN KEJAHATAN

| Ilustrasi |
HERAPRI.ID - Ada sebuah nasehat dari seorang aparat keamanan “ketika saya curhat masalah kehilangan barang” tidak serta merta itu sebuah kesalahan si penjahat tetapi kita juga punya andil untuk terjadinya kesalahan selain kewaspadaan kita juga tidak memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka.

Sepintas dalam diri saya sebenarnya tidak terima, akan tetapi setelah dipikir secara mendalam ternyata benar juga. Sebagai seorang yang bermasyarakat tidak sepantasnya hanya melihat dari satu sudut pandang satu saja, tetapi juga melihat dari beberapa sudut penilaian baik dari diri sendiri ataupun dari orang lain dan masyarakat.

Ruang kebaikan dan ruang kejahatan sebenarnya sudah ada dan bagaimana kita menempatkan didalamnya apakah kita akan egois didalam ruang kebaikan tanpa sediktpun mempedulikan keberadaan ruang kejahatan , atau bahkan terkadang kita dengan enjoynya berada diruang kejahatan tersebut tanpa sadar untuk kembali dan mengajak kebaikan.

Kalau kita kaji sepintas mulai dari hal yang terkecil sampai terbesar, mulai dari birokrasi yang terkecil keluarga sampai birokrasi Negara hampir semua ada ruang untuk kebaikan dan ada juga ruang kejahatan, dimana dominasi didalamnya akan ketara salah satunya.

Beberapa hari yang lalu disebuah bis kota ada seorang ibu menggendng anaknya yang akan mengamen, berbeda dari kebiasaan sebelum menyanyi seorang ibu yang terlihat masih muda dengan bayi yang belum genap satu tahun tersebut membagikan amplop kecil yang bertuliskan.

“Assalamu’alaikum wr wb pemisi bapak/ibu kami mohon bantuan seikhlasnya buat beli makan dan kebutuhan sehari-hari. Besar kecilnya pemberian anda sangat membantu kami, semoga amal ibadah anda dibalas Allah. Mengucapkan semoga selamat sampai tujuan . wassalamu’alaikum wr wb “.

Sejenak saya merenung apa yang tertulis diatas bisa dikatakan semaca proposal sederhana yang dengan terang-terangan meminta bantuan untuk sekedar makan dan minum, terlepas dari perdebatan pengemis sekarang belum tentu miskin karena ada juga yang berpenghasilan diatas pekerja kantoran. Tetapi ada sebuah renungan dari sudut pandang berbeda, bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan, karena terlihat pengamen ibu tadi bukan yang terakhir berada di dalam bis, ada sekitar 5 pengemis sampai perjalanan mencapai tempat tujuan yang berjarak sekitar satu jam itu.

Kemudian apa perbedaan antara proposal sederhana diatas dengan proposal modern yang dibuat oleh para orang terpelajar, mulai ada pendahuluan, latar belakang, sampai anggaran dana yang dibuat, bahkan dokumentasi kegiatan baik denah, foto atau video sebagai pelengkap proposal, yang intinya adalah permohonan sesuap nasi dengan permohonan dana pembangunan jalan desa, dana pembangunan balai desa, sekolah dan lain sebagainya.

Kalau permohonan sederhana diatas seara terang terangan meminta untuk sesuap nasi, dengan hasil yang belum jelas, sedangkan proposal modern tidak terbatas dana untuk operasional saja tetapi secara keseluruhan acara yang mungkin ruang kejahatan akan muncul didalamnya tanpa sadar ketika kita berada didalamnya

Ketika kita berada di ruang kekuasaan tentu akan mengetahui dengan jelas aliran dana yang bergulir dan dimana harus mencarinya, terkadang mengatasnamakan kepentingan rakyat dan proposal rakyat sekelompok orang mendapatkan berkah aliran dana tersebut

Bisa dibayangkan ditingkatan Negara atau pemerintahan pusat yang tentunya jumlah aliran dananya tidak bisa dikatakan sedikit, banyaknya kasus yang terbongkar saat ini mulai dari tingkatan desa sampai tingkatan pemerintah pusat tidak lain adalah efek dari ruang kebaikan dan ruang kejahatan yang tidak seimbang saat ini. Dari data APBD I tingkat kabupaten saja 60 % igunakan untuk pembayaran gaji saja, 40 % untuk yang lainnya sehingga bisa dibayangkan yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung

Kabupaten Mesuji yang berjarak 120 KM dari Bandar Lampung dan berdiri pada 29 Oktober 2008 dan berada disisi selatan propinsi Lampung akhir akhir ini menjadi pusat perhatian warga Indonesia karena pengaduan kaum adat Megou soal pembantaian bisa menjadi ruang refleksi akhir tahun kita bahwa masih banyak ruang yang belum seimbang dan terselesaikan dimana kasus agrarian yang berkaitan dengan tanah menjai makanan sehari-hari warga Indonesia, ditambah lagi kasus di NTB aksi blockade pelabuhan sape , BIMA Nusa tenggara Barat (NTB) terjadi bentrokan yang mengakibatkan tewasnya warga sipil, menggambarkan adanya 2 ruang yang harus diselesaikan dan dilihat bahkan didudukan bersama , dua kepentingan yang berbeda

Sedikit refleksi akhir tahun 2011 dimanakah kita berada, apa yang sudah kita perbuat untuk ruang kebaikan dan ruang kejahatan di tempat aktifitas kita, kantor, pasar, proyek, jalanan, gedung DPR, perempatan jalan, ruang kesenian, atau di ruang ruang rapat bahkan di rumah keluarga kita, apa kita hanya ego untuk tetap di ruang kebaikan atau bahkan kita sudah bertekat untuk tetap berada diruang kejahatan atau kegelapan.

Semoga kedua sisi kehidupan kita mau duduk bersama dan berkompromi, berdiskusi untuk sebuah kemanfaatan bersama menyongsong 2012 yang bebas KKN, penuh kemandirian, dan kemanfaatan masyarakat banyak .

No comments: