Budaya Kekerasan Tandai Pudarnya Karakter Bangsa - HERAPRI.ID

Latest

Friday, January 27, 2012

Budaya Kekerasan Tandai Pudarnya Karakter Bangsa

| Ilustrasi |
HERAPRI.ID - Maraknya tindak kekerasan yang terjadi di berbagai daerah antara aparat dan rakyat, menandai merapuhnya karakter bangsa secara keseluruhan. Pasalnya, berbagai kasus itu tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi dipicu gejala umum para elit yang tidak mau lagi mendahulukan kepentingan umum, sehingga rakyat di bawah kehilangan pegangan.

Maraknya tindak kekerasan yang terjadi di berbagai daerah antara aparat dan rakyat, menandai merapuhnya karakter bangsa secara keseluruhan. Pasalnya, berbagai kasus itu tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi dipicu gejala umum para elit yang tidak mau lagi mendahulukan kepentingan umum, sehingga rakyat di bawah kehilangan pegangan.

Sekarang ini yang dipertontonkan adu kuat diantara kekuatan politik di parlemen, adu kuat modal buat menguasai perekonomian, sehingga rakyat tidak lagi diacuhkan. Sikap acuh tak acuh yang dipertontonkan di hampir semua strata, baik di lingkup eksekutif yang ditandai terjadinya kasus-kasus korupsi, legislatif yang mempertontonkan ambisi jatuh menjatuhkan pemerintah, maupun yudikatif lewat peradilan tebang pilih berdampak pada hilangnya kepercayaan rakyat.Kalau gejala seperti ini dibiarkan terus semuanya akan bertindak sendiri-sendiri.

Situasi yang terjadi saat ini mirip-mirip dengan tahun 1959, dimana kehidupan umum berlangsung begitu liberal dalam intrik politik yang kuat sehingga muncullah kasus seperti Mesuji, Freeport ataupun tragedi Bima. Semuanya serba liberal, sehingga aparat terkesan dikendalikan oleh unsur-unsur swasta yang berpatron dengan kekuatan politik dibelakangnya.

Untuk menurunkan tensi politisasi di pelbagai kehidupan umum tersebut, berharap pemerintah menguatkan lagi pengendalian negara dengan mendengungkan lagi karakter Pancasila bagi penyelenggara negara dan masyarakat umum. Demokratisasi yang sudah berjalan sejauh ini jangan sampai gagal karena sikap-sikap anarkis yang dipelihara, baik dalam sistem maupun terjadi di luar sistem.

No comments: