Menuju Politik Gaduh - HERAPRI.ID

Latest

Thursday, January 05, 2012

Menuju Politik Gaduh

| Ilustrasi |
HERAPRI.ID - HIRUK pikuk politik nasional mewarnai 2012. Para elite berlomba-lomba meminggirkan kepentingan rakyat untuk memenangi agenda partai. Manuver yang menyesaki atmosfer politik itulah yang memicu aksi jalanan.

Berdasarkan hitungan politik, ini ialah tahun ketiga dalam periode terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa. Menjelang 2014 yang tinggal 2 tahun lagi, kata pakar politik Iberamsyah, elite saling sikut sehingga jalannya roda pemerintahan tidak efektif. "Tahun 2012 akan berat bagi rakyat. Saya prediksi jalannya pemerintahan tidak efektif. Kepentingan rakyat terpinggirkan, kegaduhan politik lebih mendominasi," ujar Iberamsyah, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Kegaduhan politik itu, kata dia, ditandai dengan pamer dan promosi calon-calon presiden dari partai. Meski pemilihan presiden masih 2 tahun lagi, menurut Iberamsyah, sejumlah partai besar dipastikan memulai ajang promosi para calon presiden. Namun, itu masih beauty contest, belum kelihatan siapa yang ditunjuk, masih propaganda.

Selain itu, lanjut Iberamsyah, 2012 diwarnai melemahnya soliditas partai pendukung pemerintah yang tergabung dalam setgab. Ujian berat koalisi, kata dia, ialah indikasi pembahasan kembali kasus Century yang mengarah ke hak menyatakan pendapat. Apalagi, setiap partai mulai mengambil ancang-ancang menatap 2014. "Ini periode terakhir SBY sehingga setiap partai bekerja untuk kepentingan sendiri. Partai menganggap koalisi ini bukan kepentingan bersama, masing-masing sibuk mencari keuntungan 2014. Akibatnya, mereka meminggirkan kepentingan rakyat," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Juhro. Tahun 2012, kata dia,  sistem politik di tanah air akan semakin bergejolak. Gejolak tersebut terkait  kepentingan masing-masing parpol dalam paket UU Politik. Di Parlemen, pembentukan KPU dan Bawaslu akan mulai diwarnai kepentingan-kepentingan politik. Pasalnya, hal tersebut bagian dari nyawa perpolitikan di Indonesia. "Di Parlemen nanti akan disimilasi UU Pemilu, UU daerah. Pembentukan KPU dan Bawaslu akan menjadi penentu baik atau tidaknya proses Pemilu kita mendatang," jelas Siti.

Presiden Yudhoyono pun meminta secara khusus kepada para politikus untuk mencegah kegaduhan politik. "Tahun 2012 akan mendekati pemilu, sangat wajar jika suhu politik makin memanas."

1 comment:

Anonymous said...

politisi yang gaduh terus di media itu aslinya juga ga merakyat tapi sok dekat dengan rakyat. Kita liat aja di media, yang bikin gaduh orangnya juga itu-itu saja