Presiden Minta Batik Indonesia Khas Dan Berkarakter - HERAPRI.ID

Latest

Friday, January 13, 2012

Presiden Minta Batik Indonesia Khas Dan Berkarakter

HERAPRI.ID - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar batik Indonesia memiliki kekhasan atau karakter sehingga dapat terus bertahan dan bersaing di dunia. Permintaan itu disampaikan oleh Presiden Yudhoyono kepada para pengrajin batik Ngadirojo di Pendopo Kantor Bupati Pacitan, Kamis malam (12/1). "Harus ada kekhasan. Batik Indonesia harus punya karakter atau kekhasan. Kekhasan ini bisa nasional atau juga daerah," kata Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Ia kemudian mencontohkan motif pace (mengkudu) yang dapat menjadi ciri khas batik Pacitan. Kepala Negara kemudian mengingatkan agar masyarakat Indonesia tetap konsisten mengembangkan batik sekalipun batik telah menjadi warisan dunia. "Salah satu syarat menjadi warisan dunia adalah harus ada keberlanjutan. Jadi pengrajinnya juga," katanya seraya menambahkan bahwa status tersebut dapat ditarik apabila tidak ada regenerasi.

Lebih lanjut Presiden yang malam itu mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat mengatakan bahwa batik adalah salah satu produk ekonomi kreatif yang berkembang baik. "Karena Pacitan adalah pusat kerajinan batik teruslah dikembangkan agar batik Pacitan bisa berkompetisi dengan daerah lain," ujarnya.

Ia juga berharap para pengrajin batik tidak khawatir jika negara lain juga mengembangkan batik karena batik Indonesia lebih bagus dan khas. Pada kesempatan itu Presiden juga meminta para pengrajin batik mengembangkan wayang beber yang pernah populer di Pacitan.

Sementara, Ibu Negara Ani Yudhoyono meminta agar para pengrajin batik juga memperhatikan manajemen pengelolaan limbah batik. Pada kesempatan itu ia juga menekankan perlunya regenerasi pengrajin sehingga kiranya batik dapat diajarkan sebagai ekstrakurikuler di sekolah. “Manajemen limbahnya juga tolong dikembangkan karena ada negara konsumen yang ingin limbah dari batik dikelola dengan baik,” katanya.

Selain menyoroti mengenai manajemen limbah, Ibu Ani juga menganjurkan penggunaan pewarna alam namun tanpa melupakan permintaan pasar. “Pewarna alam itu baik tapi pasar belum tentu suka semua, jadi sebagian-sebagian,” katanya.

Sementara itu seorang pengrajin batik, Retno, mengaku senang Ibu Ani membeli karyanya yang bermerk Batik Tengah Sawah. Ia menjelaskan bahwa batik karyanya menggunakan pewarna alam dan motif flora-fauna, termasuk pace.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara berdialog dengan para pengrajin itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menpora Andi Mallarangeng, dan Seskab Dipo Alam. Tampak juga Eddie Baskoro. 

1 comment:

Anonymous said...

SBY Presidenku, maju terus rakyat Indonesia dibelakangmu