Dampak Main Gadget Saat Sedang Bersama si Kecil - HERAPRI.ID

Latest

Wednesday, May 18, 2016

Dampak Main Gadget Saat Sedang Bersama si Kecil

warta_pacitan
| Ilustrasi |
HERAPRI.ID - Agar tumbuh kembang anak berjalan optimal, orang tua harus fokus pada mereka. Namun dewasa ini, sebagian orang tua malah menghabiskan lebih banyak waktunya dengan gadget mereka.

Persoalannya, hal ini akan berdampak langsung pada si anak. Sebuah penelitian mengungkap, orang tua yang lebih menaruh perhatian pada gadgetnya seperti ponsel dan tablet akan membuat anak-anaknya susah berkonsentrasi.

Bagaimana bisa begitu? Peneliti Chen Yu dari Indiana University, Bloomington menerangkan, anak-anak baru bisa belajar fokus dengan baik jika orang tuanya juga fokus pada si anak dan apa yang tengah menjadi perhatian mereka.

"Misal si anak sedang asyik dengan sebuah mainan, maka anak akan memberikan perhatian yang lebih besar pada mainan tersebut jika orang tuanya juga sama-sama fokusnya pada mainan itu," jelas Yu seperti dilaporkan Foxnews.

Sebaliknya, ketika orang tua lebih terfokus pada hal lain, seperti layar ponselnya, maka si anak akan meniru perilaku tersebut. Mereka jadi cenderung tidak bisa berkonsentrasi pada satu hal dalam waktu yang lama.

Yu telah membuktikannya dengan melakukan pengamatan terhadap 36 pasang orang tua dan anak, dengan usia berkisar 11-13 bulan. Baik si anak maupun orang tua juga dipasangi alat khusus untuk mengamati pergerakan mata mereka, agar peneliti dapat mengukur seberapa lama mereka bisa fokus pada obyek-obyek tertentu.

Peneliti kemudian menempatkan pasangan anak dan orang tua ini di dalam sebuah kamar dengan berbagai jenis mainan. Mereka sengaja tidak diberi instruksi untuk berinteraksi dengan anak-anaknya. Umumnya para orang tua akan terbagi menjadi dua kelompok: yang membiarkan anaknya bermain dengan hal yang mereka sukai dan yang mencoba mengalihkan perhatian si anak pada mainan tertentu.

Ternyata, orang tua yang cenderung memperhatikan apa yang dimainkan anaknya, maka keduanya akan memperhatikan obyek yang sama selama lebih dari 3,6 detik. Hal ini berdampak pada apa yang dilakukan si anak, yaitu perhatiannya pada obyek yang sama juga akan tetap berlangsung selama 2,3 detik, meskipun orang tuanya sudah berpaling.

Meskipun durasinya terlihat tak lama, namun dari pengamatan ini, peneliti sampai pada kesimpulan bahwa bayi atau anak yang orang tuanya cenderung mengikuti kemana fokus mereka rata-rata mampu memperhatikan sesuatu empat kali lebih lama daripada bayi yang orang tuanya mudah teralihkan perhatiannya.

"Anak-anak seperti ini biasanya rentang konsentrasinya pendek," tandas peneliti.

No comments: