Para Perempuan Itu Memilih Tinggalkan Kampung Halaman - HERAPRI.ID

Latest

Wednesday, July 06, 2016

Para Perempuan Itu Memilih Tinggalkan Kampung Halaman

| Ilustrasi |
HERAPRI.ID - Jika yang lain berbondong-bondong meninggalkan kota menuju kampung halaman, tidak demikian dengan para pekerja infal. Mereka yang kebanyakan kaum perempuan itu memilih untuk mengais rejeki di kota sebagai pengganti asisten rumah tangga yang mudik.

Siti Nurhidayah, 36, misalnya. Ibu dua anak warga Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo itu mengungkapkan, dia merelakan momentum berkumpul dengan keluarga saat lebaran lebih disebabkan karena kondisi ekonomi sulit. Iming-iming bayaran Rp 150 ribu per hari oleh majikan membuatnya tergiur memilih pekerjaan sebagai asisten rumah tangga pengganti tersebut. 

"Bisa membantu penghasilan untuk keperluan keluarga," katanya.

Siti tidak berangkat sendiri ke Jakarta. Perempuan tamatan SMP itu berangkat bersama dengan belasan PRT musiman yang diakomodasi oleh sebuah yayasan di Kecamatan Tegalombo dari Terminal Bus Pacitan. Biasanya mereka bekerja sebagai PRT musiman di Jakarta hanya dua pekan. Itu terhitung sebelum dan sesudah Lebaran. Selama itu, penghasilan yang mereka dapatkan sekitar Rp 2 jutaan. Nominal itu belum termasuk bonus dan ongkos pulang kampung. 

Mak Jum, 56, penyalur jasa PRT musiman di Pacitan mengakui gaji pekerja infal lebih tinggi dibanding PRT biasa. Biasanya, dia hanya mematok gaji sekitar Rp 900 ribu – Rp 1,2 juta per bulan atau Rp 30-50 ribu per hari untuk jasa pembantu pada hari biasa. Namun untuk pembantu infal tarif tersebut melejit hingga Rp 125-150 ribu per hari. Seluruh uang itu menjadi hak para pembantu infal tanpa potongan. Mereka hanya dikenai biaya administrasi Rp 1 juta untuk komisi agen dan perusahaan.

Data Dinsosnakertrans Pacitan, selama dua tahun terakhir tercatat sekitar seribu orang lebih asal Pacitan yang bekerja sebagai pekerja infal setiap Lebaran. Jumlah itu diprediksi naik hampir 50 persen pada saat Lebaran tahun ini.

No comments: