Diduga Terkena Virus Antraks, Dua Warga Masuk Rumah Sakit - HERAPRI.ID

Latest

Friday, August 19, 2016

Diduga Terkena Virus Antraks, Dua Warga Masuk Rumah Sakit

| Ilustrasi Penyebaran Antraks |
HERAPRI.ID - Dua warga asal Kecamatan Pringkuku dan Donorojo masuk rumah sakit dengan gejala dan keluhan mirip penyakit antraks. Salah satunya timbul luka bernanah di kulit tangan. Kedua orang tersebut dirawat sejak lima hari lalu dan sempat dirawat di ruang isolasi RSUD dr Darsono Pacitan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Pamuji membenarkan adanya informasi warga yang menderita penyakit dengan gejala mirip antraks. Dugaan adanya dua warga yang terindikasi suspect antraks itu karena mereka mengonsumsi daging hewan ternak yang dalam kondisi sakit. 

Untuk memastikan adanya kemungkinan penularan antraks, Distanak mengambil sampel satu ekor sapi yang berasal dari tempat tinggal pasien terduga antraks itu. Sedangkan untuk pemeriksaan laboratorium dilakukan di Wates, Jogjakarta.

Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit tidak menampik menerima dua pasien tersebut. Warga tersebut berisinial S berusia 60 tahun dan T berusia 40 tahun. Keduanya kini masih dirawat di ruang tulip setelah keluar dari ruang isolasi. Dugaan awal ketika pasien ini masuk mengalami penyakit infeksi karena disertai keluarnya nanah di bagian tangan.

dr. Iman Darmawan, Direktur RSUD dr Darsono mengatakan rumah sakit sudah melakukan uji klinis dan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyakit yang diderita dua pasien tersebut. Uji laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel kultur berupa cairan nanah dalam luka dan sampel darah kedua pasien. Pada sampel kultur hasilnya dinyatakan negatif. Sebab tidak ditemukan bakteri batang gram positif. 

Menurut dia, saat ini kedua pasien tersebut berangsur membaik. Mereka ditangani dokter spesialis penyakit dalam dan bedah serta diberikan obat-obatan yang tersedia di RSUD dr Darsono. Sayangnya, Iman belum bisa menjelaskan secara rinci dan pasti penyakit apa yang diidap kedua pasien terduga antraks tersebut. Pasalnya, untuk memastikan jenis penyakit tersebut perlu dilakukan uji laboratorium lain.

No comments: