4 Hal Penting Soal Tidur Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua - HERAPRI.ID

Latest

Saturday, September 17, 2016

4 Hal Penting Soal Tidur Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

| Ilustrasi |
HERAPRI.ID - Tidur adalah suatu kebutuhan, tak terkecuali untuk anak. Namun terkadang pemenuhan tidur masih sering diabaikan. Padahal jika kurang tidur ada dampak yang harus 'dibayar'.

Berikut ini empat hal penting soal tidur anak yang perlu diketahui orang tua, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Tidur Lebih Awal Pangkas Risiko Obesitas 

Dalam Journal of Pediatrics, Dr Sarah Anderson dari Ohio State University menuturkan anak-anak usia prasekolah yang tidur lebih awal memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami obesitas di usia remaja. Kesimpulan ini diambil berdasarkan pengamatan terhadap 977 anak yang lahir di tahun 1991 

Dalam pengamatannya, tim menemukan bahwa kelompok anak yang tidur sebelum pukul 8 malam paling minim risiko untuk kegemukan saat remaja. Risiko ini meningkat pada kelompok anak yang tidur antara pukul 8-9 malam, serta paling tinggi pada mereka yang tidur di atas pukul 9 malam. 

Penting diingat bahwa tidur merupakan aktivitas yang sangat penting bagi anak-anak untuk proses pertumbuhan dan perkembangan fungsi organ tubuhnya. Karena itu pemenuhan waktu tidurnya perlu benar-benar diperhatikan.

2. Waktu Tidur Anak yang Dianjurkan

American Academy of Sleep Medicine meluncurkan panduan baru tentang jam tidur bagi anak-anak dan remaja berdasarkan penelitian yang dilakukan, seperti berikut: 

- Bayi usia 4-12 bulan: 12-16 jam (termasuk tidur siang)
- Anak usia 1-2 tahun : 11-14 jam (termasuk tidur siang)
- Anak usia 3-5 tahun : 10-13 jam (termasuk tidur siang)
- Anak usia 6-12 tahun : 9-12 jam
- Remaja usia 13-18 tahun: 8-10 jam

3. Kurang Tidur Bisa Hambat Prestasi 

Dr Stuart F Chan dari Brigham and Women's Hospital, Boston menuturkan anak-anak yang kurang tidur akan sulit berprestasi di sekolah karena tidak mampu menerima dan mengingat pelajaran dengan baik. Selain itu, anak yang kurang tidur berisiko besar mengalami gangguan tidur nantinya. Hal ini berefek pada perilaku dan mood yang lebih agresif, salah diagnosis ADHD dan pada kasus yang berat, serta bisa menyebabkan penyakit jantung.

4. Pola Tidur Bisa Dibentuk Sejak Bayi 

Jam tidur bayi akan terus berkurang seiring pertambahan usianya. Mulai dari 20 jam saat baru lahir hingga tinggal 14 jam di usia dua bulanan, dan begitu seterusnya. 

Menurut dr Hari Martono, SpA dari RS Pondok Indah, bayi jarang atau hampir tak mungkin mengalami gangguan tidur sebab jam biologisnya yang belum matang betul. Di usia 4-6 bulan, umumnya tidur malam bayi sudah mulai lebih teratur, meskipun wajar jika mereka beberapa kali terbangun.

Namun ketika dianggap sudah siap, bayi bisa dibentuk pola tidurnya dengan dikenalkan konsep pagi dan malam. Caranya saat jamnya tidur, bayi dibiasakan tidur dalam ruangan yang cahayanya digelapkan atau remang-remang. Kebalikannya, begitu hari sudah siang, biarkan cahaya matahari memasuki rumah dan kamar tidur.

Pembentukan pola tidur ini bukan proses instan. Butuh waktu dan ketelatenan agar hasilnya terlihat.(vit/vit/rwp001)

Sumber : detikhealth

No comments: