9 Kuliner Khas Ini Bikin Orang Pacitan di Perantauan Selalu Rindu Ingin Pulang - HERAPRI.ID

Latest

Thursday, October 13, 2016

9 Kuliner Khas Ini Bikin Orang Pacitan di Perantauan Selalu Rindu Ingin Pulang

Kuliner tidak bisa dipisahkan dari kegiatan traveling bahkan gara-gara kuliner khas, penduduk asli sebuah daerah yang sedang merantau bisa terkena homesick lantaran kangen makanan dari kota asalnya. Nah, kali ini Travelingyuk akan merangkum aneka kuliner khas dari Kota 1001 Gua yang konon bikin orang rantau Pacitan selalu kangen ingin pulang demi mencicipi makanan yang ia sukai.

Beberapa kuliner dari Pacitan ini memang bisa dijumpai di daerah lain tapi kekhasan cita rasanya belum tentu sama. Itulah mengapa hanya di Pacitan saja, orang-orang bisa merasakan cita rasa asli kuliner kota tersebut. Nah buat traveler yang liburan di Pacitan wajib hukumnya mencicipi salah satu kuliner di bawah ini. Di jamin rasanya akan menggoyang lidah.

1. Thiwul

Thiwul adalah kuliner wajib yang harus traveler cicipi saat liburan di Pacitan. Sebab ini adalah makanan khas penduduk Pegunungan Kidul yang meliputi kabupaten Gunungkidul, Wonogiri dan juga Pacitan. Bentuknya seperti nasi pada umumnya hanya saja warnanya agak kecoklatan. Thiwul memang merupakan makanan pokok pengganti nasi yang terbuat dari gaplek atau ketela pohon yang telah dikeringkan.
| Nasi Thiwul Khas Pacitan |
HERAPRI.ID - Thiwul dikenal memiliki kandungan kalori yang rendah dibanding nasi dari beras namun cukup untuk memenuhi bahan makanan pengganti. Umumnya thiwul di Pacitan disajikan bersama sambal terasi atau pun sambal bawang lengkap dengan lalapan. Salah satu lokasi yang bisa traveler singgahi untuk makan dengan menu nasi tiwul adalah di Lesehan Bukit Indah kawasan Sedeng, barat pusat kota. Di rumah makan tersebut tersedia nasi tiwul lengkap dengan urap, sambal dan ikan laut goreng.

2. Kupat Tahu

Menu yang satu ini menjadi kuliner favorit Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Jika beliau pulang kampung ke Pacitan pasti selalu mencicipi menu ini, terakhir setelah sudah tidak menjabat presiden, SBY bersama keluarga melakukan wisata kuliner di pusat kuliner Pasar Minulyo untuk menikmati kupat tahu bahkan seluruh pengunjung pasar pada waktu itu ditraktir makan gratis lho.

Lantas apa sih kupat tahu itu? Traveler yang tinggal di Solo dan Magelang pasti familiar dengan kuliner satu ini. Bahkan mungkin daerah lain juga memiliki kuliner dengan nama yang sama. Namun setiap daerah memiliki bumbu rahasia yang membuat makanan dengan nama yang sama memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Kupat tahu adalah makanan yang berisi potongan-potongan kupat (lontong) dan juga tahu. Dalam penyajiannya ditambahkan taburan kacang goreng, seledri dan taoge serta disiram dengan kuah penuh bumbu yang nikmat. Umumnya kupat tahu di Pacitan dimakan dengan kerupuk udang.

3. Soto Pacitan

Soto adalah menu makanan yang hampir ada di setiap daerah. Begitu juga Pacitan, kabupaten ini memiliki yang namanya Soto Pacitan. Apa yang membedakan dengan soto lainnya? Soto yang berasal dari kota kelahiran SBY ini disajikan dengan tambahan seledri, bawang goreng, kecambah, kecap dan kacang goreng. Nah adanya kacang goreng inilah yang menjadi pembeda dengan soto-soto lainnya.

Nikmatnya Soto Pacitan bisa traveler jumpai di warung makan sekitar lokasi wisata atau jika mau yang lebih nikmat ada dua tempat yang paling direkomendasikan yaitu Soto Kebonagung yang berada di pinggir jalan Jalur Lintas Selatan dan Soto Giyem Disco yang terletak timur kota Pacitan atau jalan menuju ke kecamatan Tulakan. Kebanyakan traveler mengaku puas dengan cita rasa soto dari Kota 1001 Gua ini.

4. Jadah Bakar

Mungkin masih banyak orang yang belum tahu makanan bernama jadah.jadah adalah makanan yang bentuknya seperti punten hanya saja terbuat dari ketan. Kalau di Pacitan dikenal yang namanya jadah bakar yaitu jadah yang dipanggang layaknya memanggang daging ayam. Setelah itu dimakan dengan dengan gula pasir menghasilkan kombinasi rasa gurih dan manis.

Jadah bakar menjadi teman nongkrong anak muda Pacitan di alun-alun kota. Makanan ringan ini bisa dengan mudah ditemukan di kios-kios makanan seputar alun-alun khususnya di sisi timur. Salah satu yang menjadi langganan adalah jadah bakar Mbah Geger. Kios ini selalu ramai dikunjungi baik anak muda hingga keluarga yang menikmati suasana malam di kota kecil yang damai. Selain jadah bakar menu lain yang tidak kalah khas adalah tahu bakar yang dimakan dengan sambal kecap serta sate tahu yang nikmat.

5. Sego Godhong Jati

Kuliner berikutnya adalah sego godhong jati, sesuai dengan namanya ini adalah makanan berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun jati. Pada zaman dahulu makanan seperti itu hanya ditemukan saat ada hajatan terutama pernikahan dimana nasi daun jati ini akan selalu ada sebagai berkat orang-orang yang menyumbang. Kini makanan ini juga sudah langka lantaran setiap pernikahan tidak lagi menggunakan berkat melainkan suvenir.

Isi sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek. Aroma daun jati sangat khas membuat nasi yang ada di dalamnya memiliki rasa yang berbeda pula. Makanan ini tengah hits di Pacitan akhir-akhir ini, dan mereka yang kangen dengan makanan sego godhong jati bisa membelinya di jalan menuju kecamatan Arjosari tepatnya di desa Semanten atau di warung makan Mbak Tini depan pabrik rokok Sampoerna di kelurahan Sidoharjo.

6. Sale Anggur

Sale anggur bisa traveler jadikan camilan sekaligus oleh-oleh khas dari Pacitan. Sale ini dibuat sama dengan pembuatan sale-sale pada umumnya hanya yang membedakan adalah proses pengemasan. Disebut dengan sale anggur lantaran sale ini di kemas bulat-bulat dan dirangkai menyerupai buah anggur.

Bahan dasar sale anggur adalah pisang awak yang di potong tipis-tipis kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari. Setelah kering barulah dikemas dengan cara dipadatkan hingga berbentuk bulatan. Bagian luar dikemas lagi menggunakan kertas krep warna-warni agar terlihat menarik. Kemudian bagian finishing bulatan-bulatan tadi dirangkai menjadi seperti untaian buah anggur. Meski tanpa bahan pengawet sale ini bisa tahan hingga 5 bulan. Konon makin lama rasanya akan semakin legit dan manis. Sale anggur bisa traveler jumpai di toko pusat oleh-oleh khas Pacitan atau datang saja ke pusat jajanan di Pasar Arjowinangun.

7. Tahu Tuna

Rasanya kurang afdol jika liburan di Pacitan tapi tidak mencicipi tahu tuna. Makanan ini seperti sudah menjadi ikon makanan khas di Kota 1001 Gua. Tahu tuna bukanlah makanan baru, bentuknya sama dengan tahu bakso hanya saja bakso di dalam tahu ini dibuat dari gilingan ikan tuna.

Menu tahu tuna banyak dijumpai di warung-warung makan di Pacitan. Selain dimakan di tempat, tahu tuna juga bisa dijadikan oleh-oleh satu plastik berisi potongan tahu tuna berjumlah 10 biji dijual dengan harga sekitar 7-8 ribu. Traveler yang berminat bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan menuju Pantai Teleng Ria.

8. Punten

Punten tergolong makanan ringan meski kurang pas jika disebut sebagai camilan. Pasalnya makanan yang satu ini terbuat dari beras yang dimasak dengan santan kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah itu disajikan dalam bentuk potongan kotak-kotak. Rasanya sangat gurih dan juga mengenyangkan cocok untuk pengganjal perut yang sedang lapar.

Punten paling sedap saat dinikmati dengan cara dicocolkan pada sambal terasi. Saat ini lumayan sulit untuk menemukan jenis makanan tradisional ini. Tapi jika kamu penasaran ingin tahu rasanya datanglah ke pusat jajanan di Pasar Arjowinangun yang berada di pertigaan JLS atau di Pasar Sundeng di barat kota Pacitan. Syaratnya kalian harus datang pada pagi hari untuk mendapatkan makanan ini.

9. Cenil

Traveler pasti tidak asing dengan jajanan pasar ini. Adalah cenil, makanan yang terbuat dari pati ketela pohon, bentuknya bulat-bulat kecil rasanya kenyal dan memiliki rupa berwarna-warni. Umumnya jajanan ini disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir. Tapi cenil di Pacitan lain, tetap menggunakan taburan parutan kelapa tapi dilumuri dengan gula jawa yang telah direbus.

Cenil sangat langka dan sulit di dapatkan. Tidak semua warung makanan menjual jajanan ini. Salah satu yang menjadi jujugan untuk membeli cenil di Pacitan adalah di Pusat Jajanan Pasar Arjowinangun. Pada pagi hari jajanan ini bisa dengan mudah ditemukan di pasar tersebut.

Itulah sederet makanan khas dari Pacitan yang bisa dijadikan bahan referensi traveler yang sedang berlibur di kota tersebut. Meski terkesan sederhana tapi menu-menu tersebut bisa bikin anak rantau selalu kangen ingin segera pulang.

Sumber : Travelingyuk.com

No comments: