Ini Nota Bupati Tentang RAPBD Tahun Anggaran 2017 - HERAPRI.ID

Latest

Thursday, October 20, 2016

Ini Nota Bupati Tentang RAPBD Tahun Anggaran 2017

| Suasana Rapat Paripurna DPRD |
HERAPRI.ID - DPRD Kabupaten Pacitan menggelar sidang paripurna istimewa dalam rangka pengantar nota keuangan RAPBD tahun anggaran 2017, Kamis, (20/10/2016).

Mengawali sambutannya, Bupati Indartato mengatakan agenda siding paripurna tersebut sangat penting dan strategis bagi keberlanjutan proses pembangunan di Kabupaten Pacitan. Karena, anggaran 2017 merupakan tahun pertama pelaksanaan perda nomor 5 tahun 2016 tentang RPJMD tahun 2016-2021.

“Ini merupakan tonggak awal target RPJMD yang harus dicapai lima tahun mendatang sebagai kesinambungan dari RPJMD 2011-2016,” kata Bupati Indartato.

Dalam rancangan APBD tahun anggaran 2017, seluruh program dan kegiatan yang disusun bertumpu pada delapan prioritas utama  strategi pembangunan jangka menengah, arah kebijakan tahun pertama RPJMD, serta mensinergikan dengan prioritas pembangunan pemprov jatim dan pusat.

Lebih lanjut Bupati Indartato menjelaskan pendapatan daerah pada tahun 2017 direncanakan sebesar Rp 1. 595.819.016.903,- ( 1 triliun 585 milyar 819 juta 16 ribu 903 rupiah ) atau mengalami kenaikan sebesar 5,52 persen apabila dibandingkan dengan APBD induk 2016.

Dengan rincian sebagai berikut, pendapatan asli daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 139.134.812.456,- ( 139 milyar 134 juta 812 ribu 456 rupiah ) atau naik sebesar 26,63 persen. Untuk, dana perimbangan direncanakan Rp 1.200.115.780.296,- ( 1 triliyun 200 milyar 115 juta 780 ribu 296 rupiah ) atau naik 21,22 persen. Sementara, lain-lain pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp 256.568.424.151,- ( 256 milyar 568 juta 424 ribu 151 rupiah ).

Untuk belanja daerah, Bupati Indartato menganggarkan perencanaan sebesar Rp 1.632.128.812.748,- ( 1 triliun 632 milyar 128 juta 812 ribu 748 rupiah ) atau mengalami kenaikan sebesar 5,33 persen. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1.092.946.184.606 ( 1 triliyun 92 milyar 964 juta 184 ribu 606 rupiah ) naik sebesar 5,1 persen dan belanja langsung sebesar Rp 539.164.628.142,- ( 539 milyar 164 juta 628 ribu 142 rupiah ) atau naik sebesar 5,76 persen dibandingkan dengan APBD induk 2016.

“Anggaran belanja tersebut direncanakan untuk membiayai belanja langsung berbagai program dan kegiatan pada setiap SKPD. Sedangka belanja tidak langsung untuk membiayai belanja pegawai, hibah, bantuan sosial, bagi hasil kepada pemerintah desa, bantuan keuangan kepada pemerintah desa dan partai politik serta belanja tidak terduga,” jelas Bupati Indartato.

Untuk menutupi defisit APBD tahun 2016, Bupati Indartato menjelaskan adanya defisit sebesar Rp 36.309.795.845,- ( 36 milyar 309 juta 795 ribu 845 rupiah ) akan ditutup dengan pembiayaan netto, yaitu selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan yang bersumber dari silpa tahun 2016.

Bupati indartato juga memaparkan kondisi perekonomian nasional yang belum stabil mengakibatkan dampak terhadap postur APBD Kabupaten Pacitan. Karena, sumber pendapatan daerah sebagian besar berasal dari pemerintah pusat yang mengakibatkan gerak fiskal untuk menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan terbatas. Disi lain, belanja yang sifatnya wajib dan mengikat seperti belanja pegawai, terutama untuk gaji PNS dan tunjangan profesi guru proporsinya relatif besar.

“Pada kesempatan ini saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas terhadap dana yang kita miliki,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Indartato juga berharap agar seluruh elemen saling bahu membahu melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan, menggali dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan daerah, seraya terus melakukan upaya pengelolaan APBD secara lebih cermat, transparan dan akuntabel.

No comments: