Situs Sejarah Tak Terpelihara, Biaya Jadi Alasannya - HERAPRI.ID

Latest

Monday, October 31, 2016

Situs Sejarah Tak Terpelihara, Biaya Jadi Alasannya

HERAPRI.ID - Peninggalan situs sejarah di Pacitan sebenarnya cukup banyak. Selain Monumen Jenderal Sudirman di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan ada juga Benteng Loh Denok di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Meski tercatat sebagai situs sejarah, benteng peninggalan tentara Belanda itu terkesan tidak terawat. Benteng setinggi empat meter itu dipenuhi lumut dan tumbuhan rambat lain.
Loh Denok Pacitan. Foto : ayofoto.com

Benteng yang dijadikan sebagai tempat pemantauan perairan Pacitan tersebut dibangun oleh tentara Belanda sekitar 1942. Luas area pekarangan di sekitarnya mencapai sekitar 500 meter persegi. Karena minimnya nilai histroris yang dicatat dari benteng tersebut membuat upaya pelestariannya tak maksimal. Buktinya, sampai saat ini benteng yang berada di dekat Jalan Raya Pacitan-Solo via Dadapan, Pringkuku itu tidak terawat. 

Minimnya perawatan benteng juga diakui Tamami kabid kebudayaan Disbudparpora Pacitan. Menurut dia, terbatasnya anggaran menjadi kendala utama pemeliharaan beberapa situs bersejarah di Pacitan. Sehingga banyak yang kondisinya kurang terawat. "Kalau pun ada, beberapa di antaranya ditangani Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto," terangnya seperti dikutip dari radarmadiun.co.id.

Hal senada juga diungkapkan R. Katno kasi kesenian, sejarah, dan nilai tradisi disbudparpora. Menurut dia, dari sekitar 276 situs yang telah didata, beberapa di antaranya masih belum mendapatkan perhatian lebih. 

Hanya situs seperti Song Terus, Song Keplek, Song Gupuh, Ngrijangan, dan Watukuro yang masih dilestarikan keberadaannya. 

Dia menambahkan, pembangunan museum memasuki tahapan penyediaan lahan seluas satu hektare. Situs Song Terus di Desa Wareng, Kecamatan Punung itu nantinya akan dijadikan tempat jujukan bagi para peneliti dari penjuru Indonesia maupun dunia untuk meneliti tentang keberadaan manusia purba. Pembangunannya akan ditanggung oleh Kemendikbud. Sedangkan, lahannya pemkab yang mengurus. (her/yup/rwp001)

No comments: