Serunya Sidang Praperadilan Mantan Sekwan Pacitan - HERAPRI.ID

Latest

Thursday, December 22, 2016

Serunya Sidang Praperadilan Mantan Sekwan Pacitan

| Peradilan Mantan Sekwan DPRD Pacitan |
HERAPRI.ID - Adu alat bukti terjadi dalam sidang lanjutan gugatan praperadilan yang diajukan Mawardi tersangka korupsi pembangunan gedung serbaguna Among Warga di Desa Gendaran, Kecamatan Donororojo di Pengadilan Negeri (PN) Pacitan. Dalam sidang yang diskors sekitar dua jam itu, baik kuasa hukum pemohon dan termohon dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan menyodorkan sejumlah alat bukti berupa dokumen kepada hakim tunggal Dian Mega Ayu.

Yusuf Wibisono ketua tim kuasa hukum Mawardi menegaskan, siap menghadapi persidangan dengan segala bukti yang sudah dimilikinya. Dia mengaku memiliki tujuh surat yang digunakannya sebagai alat bukti. Salah satunya surat panggilan sebagai saksi yang tidak diberikan kejaksaan di tingkat penyelidikan dan kliennya langsung ditetapkan sebagai tersangka. 

Untuk menguatkan alat bukti tersebut, pihaknya berencana mendatangkan saksi ahli dari kalangan akademisi. Sebab, saat proses pemeriksaan sejumlah saksi oleh kejaksaan, status Mawardi sudah sebagai tersangka. Padahal, sampai saat ini Mawardi tak mengetahui bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dibuktikan dengan tidak diberikannya surat penetapan tersangka oleh penyidik kejaksaan. 

Karena alasan itulah kemudian Mawardi memilih mangkir dalam persidangan praperadilan. Yusuf khawatir apabila tersangka tetap hadir dalam masa persidangan praperadilan, justru ada pemaksaan penangkapan dari pihak kejaksaan. 

Yusuf menambahkan, pihaknya juga sudah mengajukan perlindungan hukum kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Karena penetapan tersangka yang dilakukan penyidik kejaksaan dianggap tidak sesuai dengan ketentuan hukum. 

Sementara itu, alat bukti lebih banyak diajukan pihak kejaksaan. Total ada sebanyak 23 alat bukti berupada dokumen atau surat mulai dari tahap pemanggilan para saksi hingga proses penetapan tersangka. "Insya Allah bisa digunakan sebagai sarana untuk pembuktian di sidang praperadilan ini," ujar Marvelous Kasi Pidsus Kejari Pacitan seperti dilansir radarmadiun.co.id.

Marvel juga siap menerima segala putusan majelis hakim terkait permohonan gugatan praperadilan yang diajukan Mawardi. Sebaliknya, dia menganggap hal tersebut merupakan masalah biasa. Karena praperadilan itu merupakan bagian hak dari seorang tersangka.

No comments: