PANCASILA SAYA, PANCASILA KAMU, PANCASILA KITA - HERAPRI.ID

Latest

Monday, June 05, 2017

PANCASILA SAYA, PANCASILA KAMU, PANCASILA KITA

| Garuda Pancasila |
HERAPRI.ID - Keresahan saya dan mungkin sebagian besar kawan-kawan adalah semakin lebarnya jarak pertentangan antar anak bangsa. Itu seharusnya tidak boleh diteruskan. Pemahaman akan berbangsa dan bernegara yang tidak integral mengakibatkan rasa INDONESIA kita sedikit memudar. Sebagian kelompok menganggap paling Pancasilais. Sebagian lagi dituding tidak Pancasilais. Yang dulu teriak-teriak hentikan P4 dan bubarkan BP7, sekarang paling nyaring berteriak tentang Pancasila.

Negara (baca: penguasa) seharusnya mempunyai peran untuk menjadi pemersatu antar anak bangsa. Apakah dalam mengambil kebijakan sudah sesuai dengan Pancasila? Apakah dalam mengelola negara sudah sesuai dengan Pancasila? Pancasila harus dimaknai secara luas. Pancasila tidak boleh diklaim menjadi milik golongan tertentu. Pancasila harus menjadi dasar bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang saat ini diberi amanah rakyat untuk berkuasa tidak boleh hanya menjadi tukang stempel bagi kelompoknya saja. Harus berkeadilan sosial, harus mengedepankan permusyawaratan perwakilan, mampu menjaga persatuan, serta bersikap adil dan beradab bagi seluruh rakyat. Dan, yang tidak kalah penting adalah berketuhanan.

Mengutip dari DR Radjiman Widyodiningrat, bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh "Lahirnya Pancasila" ini, akan ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita; Mudah-mudahan "Lahirnya Pancasila" ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara.

Penting bagi anak bangsa untuk memahami sejarah. Karena sejarah tidak lepas dari momentum yang terjadi pada waktu itu. Menjiwai, mengaktualisasi dan mengimplentasi makna terdalam jauh lebih penting dari pada hanya melakukan SELEBRASI untuk Pancasila Kita.

Pacitan, 1 Juni 2017
Oleh : Hernawan A. Priyono

No comments: